OnePlus 6T

OnePlus 6T ini masuk pada jajaran smartphone kelas flagship, OnePlus juga mempunyai strategi untuk meluncurkan dua perangkat mereka per tahun.

Serupa dengan smartphone keluaran dari Apple, OnePlus seri ‘T’ ditujukan untuk menawarkan pengalaman yang lebih disempurnakan dari seri pendahulunya.

OnePlus 6T
img : youtube.com

OnePlus 6T terlihat mengalami peningkatan dari smartphone pendahulunya yaitu OnePlus 6 diantaranya dari segi layar yang lebih besar, notch yang lebih diperkecil, baterai dengan kapasitas yang lebih besar dan teknologi finger Print terbaru.

Flash Sale Lazada hemat 99%

Apakah smartphone ini dapat mengalahkan beberapa smartphone flagship lainnya seperti Huawei Mate 20 Pro, Samsung Galaxy S9, iPhone XS Max, dan Galaxy Note 9 mari kita lihat bersama.

Tanggal rilis OnePlus 6T

OnePlus 6T tersedia dalam dua dua varian warna yaitu Midnight Black dan Mirror Black, untuk pangsa pasar Indonesia smartphone ini telah di rilis pada tanggal 29 Oktober 2018.

Desain

OnePlus 6 membawa perubahan besar pada desain yang dikeluarkan pihak Oneplus dan ini yang juga diterapkan pada smartphone One Plus 6T yang mereka keluarkan.

Berkat tampilan yang sedikit lebih besar smartphone ini terasa lebih berat dibandingkan pendahulunya, namun perubahan itu tidak berdappak signifikan jika dilihat sepintas.

Pada bagian belakang smartphone ini mengunakan materil kaca dengan desain curved 3D glass yang sangat nyaman dan halus saat digenggam.

Diluncurkan dengan dua varian warna : Midnight Black dan Mirror Black, keduanya mempunyai sentuhan desain yang berbeda.

Menurut pendapat saya, model Midnight Black memiliki tampilan yang lebih menarik diantara kedua varian warna yang ada, dengan refleksi berbentuk-S yang khas muncul di bagian punggung smartphone ini ketika cahaya meneranginya, sehingga terlihat memiliki tampilan opalescent.

Ini merupakan efek yang bagus karena menyamarkan noda sidik jari yang menempel pada bodi kacanya, dan tampilanya terkesan lebih bersih.

Sebaliknya pada versi Mirror Black, varian ini mempunyai lapisan reflektif hitam yang terlihat bagus saat Anda menyentuhnya, namun noda sidik jari anda akan terlihat jelas pada bagian bodi kaca belakangnya.

OnePlus awalnya meluncurkan smartphone keluaran mereka dengan pilihan material yang lebih ortodoks seperti bambu dan polikarbonat dengan tekstur kasar yang disebut ‘Sandstone’.

Namun sekarang vendor Onelplus telah beralih ke material kaca yang tampak lebih modern pada smartphone keluaran mereka.

Smartphone ini juga mempunyai tampilan notifikasi yang baru dan anda mempunyai tiga pilihan notifikasi, anda dapat memilih antara mode silent, priority atau load, dan anda juga dapat melihat notifikasi tanpa harus membagunkan tampilan smartphone ini.

Hal tersebut sangat nyaman untuk digunakan karena Anda tidak perlu membangunkan smartphone ini saat akan melihat notifikasi yang muncul.

One Plus 6T juga menghilangkan colokan headphone 3.5 mm dan saat ini hanya terdapat colokan USB tipe C yang ada pada bagian bawah smarphone ini.

Jika dilihat memang untuk penghapusan headphone 3.5mm ini, pihak OnePlus ingin mengikuti trand yang sedang berjalan saat ini.

Kemungkinan alasan penghapusannya karena OnePlus 6T ini mengalami peningkatan pada kapasitas baterai dan juga penempatan teknologi baru Finger Print mereka, sehingga penghilangan itu untuk mengakomodir peningkatan tersebut, tapi itu hanya tebakan dari kami saja.

Untungnya, tidak seperti pengalaman saat unpacking iPhone XS, Anda akan menemukan in-box adaptor jack headphone yang terdapat di dalamnya dengan warna sesuai livery brand signature mereka yaitu warna putih dan merah.

Layar

OnePlus 6T menampilkan layar terbesar dari semua ponsel yang pernah OnePlus luncurkan.

Dengan ukuran 6,41 inci, Akan memuaskan konsumen pada saat memainkan file media seperti video atau film, fotografi dan juga saat bermain game.

Resolusi Full HD juga menampilkan ketajaman dan warna yang sempurna dan hal ini hanya akan terdistorsi jika anda memiringkan ponsel pada sudut yang ekstrim saja.

Seperti pendahulunya, OnePlus 6T mendukung Full DCI-P3 Wide color gamut dan juga terdapat pilihan warna lain seperti sRGB, juga mode warm night dan fitur monochrome reading mode.

Penggunaan panel AMOLED sangat diapresiasi, memastikan kontras yang luar biasa dan hitam pekat, yang sekali lagi membantu saat menikmati video.

Kami masih belum melihat dukungan HDR pada tampilan layar perangkat OnePlus ini dan apakah ini berhubungan dengan brightness output pada tampilan layarnya saat di kondisi lingkungan yang banyak cahaya.

Terlebih lagi jika kita mengaktifkan kecerahan adaptif smartphone ini akan mengatur tampilan layar yang terlalu redup berdasarkan intensitas cahaya sekitarnya.

Sebenarnya itu adalah yang kami alami saat mengunakan smartphone ini, dan saya yakin pihak OnePlus seharusnya dapat memperbaikinya saat ada pembaharuan perangkat lunak.

Tapi untuk fitur HDR layar kemungkinan kita harus menunggu apakah akan diterapkan pada perangkat keluaran OnePlus selanjutnya, kita tunggu saja.

Pada OnePlus 6 kita dapat lihat tampilan notch yang pertama kali disematkan pada smartphone keluaran mereka. Akan tetapi notch pada OnePlus 6T sangat berbeda dan terlihat cantik.

Notch yang tampil sangat serupa seperti yang ada pada Oppo F9 atau tetesan ‘embun’ yang dapat ditemukan pada Huawei Mate 20, panel atas ponsel ini memiliki divot bulat kecil yang dengan rapi menyembunyikan kamera dan lubang pendengaran.

OnePlus 6T memang mendukung face unlock tetapi teknologi ini hanya menggunakan kamera RGB tunggal untuk proses diteksinya dan sejauh ini kami rasa kurang begitu aman daripada metode proyeksi titik IR yang digunakan pada Apple Face ID.

Untungnya, smartphone ini tidak hanya mempunyai keamanan hanya dengan fitur Face Unlock saja.

Dikarenakan smartphone ini masuk kedalam jajaran ponsel flagship, smartphone ini juga dilengkapi dengan sensor Finger Print yang terdapat pada bagian layarnya.

Ikon Finger Print akan muncul di layar kunci saat Anda mengangkat smartphone ini dan jika anda menekannya , secara cepat smartphone ini akan terbuka.

Fitur ini memang terdengar keren, tetapi tidaklah sempurna.

Memang tidak ada kendala saat pengguaannya, tetapi kami rasa untuk kecepatannya masih lebih cepat saat Finger Print diletakkan pada bagian belakang smartphone, kemungkinan besar pihak OnePlus ingin smartphone keluarannya ini agar terlihat lebih modern dan tidak tampak kuno.

Sensor optik Finger Print tersembunyi ini jelas merupakan sentuhan yang kurang dapat diandalkan dibandingkan pendahulunya, tetapi terasa sangat keren saat digunakan.

Saat ini Anda dapat menyesuaikan animasi yang sejalan dengan proses pembukaan kunci dan OnePlus telah menyinggung untuk menerapkan menu pintasan khusus, hal tersebut dapat diakses dengan terus memegang jempol Anda di layar saat membuka kunci OnePlus 6T.

Kinerja

Smartphone seri ‘T’ keluaran OnePlus ini, seperti ponsel Pixel Google, datang pada waktu yang tidak tepat jika Anda menginginkan prosesor seluler terbaru dan terhebat di pasar.

Chipset Qualcomm Snapdragon 845 di jantung OnePlus 6T adalah salah satu chipset yang bertenaga, dan hampir semua smartphone Android flagship di tahun 2018 mengunakannya, tapi sayang nya Chipset ini akan segera tergantikan.

Dalam Qualcomm’s upcoming Tech Summit yang dijadwalkan pada awal Desember, kami kemungkinan akan mendapatkan penggantian 845, dengan smartphone yang mengusung chip baru ini pada tahun 2019.

Hal ini sangat menggangu untuk konsumen yang akan membeli produk smartphone yang mengunakan Snapdragon 845, karena saat kita merasa sudah mendapatkan Chipset yang terbaru, dan hanya dalam beberapa bulan lagi malah muncul pengantinya yang lebih canggih.

Kembali lagi membahas tentang OnePlus 6T , walaupun kami tau hal diatas akan terjadi, tetapi dalam uji benchmarking yang kami lakukan menunjukan smartphone ini masih terbilang kompetitif dibanding smartphone lain yang ada di pasaran saat ini.

Dengan melakukan pengetesan langsung pada smartphone ini, kami mendapati OnePlus 6T ini bekerja sangat baik saat kami gunakan, seperti saat kita lakukan sweping pada layarnya, streaming video, multitasking, ataupun saat bermain gaming.

Berbicara tentang game, OnePlus telah menambah kinerja permainannya dengan disematkannya mode permainan khusus.

Ini mirip dengan pengalaman di smartphone saingannya, tidak hanya memungkinkan Anda mengelola panggilan dan perilaku notifikasi tetapi juga membatasi penggunaan jaringan di latar belakang dari aplikasi lain dan juga mengoptimalkan kinerja CPU, GPU, dan memori setiap kali Anda meluncurkan suatu game.

Anda dapat menonaktifkan fitur ini jika Anda menginginkannya, tetapi kami menyarankan Anda untuk tidak mematikan fitur ini, agar pengalaman bermain game anda menjadi maksimal.

Fitur nyalakan dan tinggalkan lainnya yang masih berkaitan dengan mode permainan adalah fungsi Smart Boost OnePlus yang baru.

Terdapat dalam menu pengaturan ponsel (di bawah ‘OnePlus Laboratory’) dan telah diaktifkan secara default.

Smart Boost menganalisis penggunaan Anda dan mulai secara proaktif mengalokasikan kembali sumber daya memori untuk membantu menjaga ponsel Anda terasa cepat.

Perangkat Lunak

OnePlus adalah salah satu dari beberapa produsen yang berjanji untuk memberikan pembaruan Android secara cepat pada smartphone besutannya tak terkecuali pada OnePlus 6.

OnePlus 6T menjalankan versi peningkatan dari Android 9.0 Pie yang mengunakan antar muka Kustom pabrikan dari OnePlus yaitu Oxygen OS.

Berkat pendekatan proaktif dari pihak OnePlus, Anda dapat menikmati fitur asli Android Pie tanpa pengurangan apapun, seperti tombol navigasi baru yang digunakan oleh Pixel 3, serta fitur khusus OxygenOS seperti parallel dan shortcut gestures.

Ada beberapa tweak yang sudah lama diterapkan pada antar muka OxygenOS yang membuat ponsel sebesar OnePlus 6T jauh lebih menyenangkan dan mudah saat digunakan.

Anda dapat menyesuaikan tindakan quick launch – seperti melakukan tindakan menggambar berbagai bentuk pada layar kunci – memungkinkan Anda langsung masuk ke aplikasi kamera, pemutaran media atau menyalakan lampu senter.

Anda juga dapat menggesek ke bawah di mana saja di layar utama untuk memunculkan pemberitahuan – hal tersebut membuat penggunaan satu tangan yang jauh terasa lebih mudah.

Dengan sebagian besar fungsi baru seperti yang telah saya sebutkan di atas, disandingkan pula dengan beberapa tweak kamera, pengalaman perangkat lunak dasar terasa sangat sama dengan Android Pie yang disematkan pada OnePlus.

Dengan melakukan satu gesekan ke kiri layar default – merupakan salah satu cara terbaik untuk melakukan pengaturan widget dan itu merupakan tindakan cepat yang pernah saya lihat di Android.

Hidden Space adalah cara mudah untuk menyembunyikan aplikasi dari mata-mata tanpa membuatnya terlalu sulit untuk mengembalikan aplikasi tersebut dan fungsi pencarian yang kaya pada apps tray berfungsi dengan memuaskan.

Kamera

Hardware kamera yang digunakan di sini tampaknya identik dengan pendahulunya, dengan titik pengambilan snapper 16/20-megapiksel, bukaan aperture f / 1.7 dan PDAF (phase detection autofocus), bersama dengan OIS (optical image stabilisation) dan jumlah pixel sebesar 1.22μm terdapat pada sensor utama 16-megapiksel.

Ada juga front-facer 16 megapiksel yang memanfaatkan EIS (Electronic Image Stabilisation).

Jika dilihat sisi hardwarenya sangat menjanjikan, meskipun kita pernah lihat sebelumnya, yang menjadi pertanyaan, apa yang baru dari sistem kameranya?

OnePlus terlihat lebih fokus pada peningkatan kemampuan pengambilan gambar HDR dan cahaya rendah dari tangkapan foto pada perangkat barunya, OnePlus juga menambahkan beberapa pengaturan tambahan.

Satu tambahan yang bagus adalah Auto Nightscape Detection, yang mengotomatiskan mode fotografi low light pada smartphone ketika mendeteksi bahwa cahaya ambient sulit didapat.

Menjanjikan adanya “leading HDR shots” adalah salah satu klaim yang berani.

Pindah ke Nightscape, mode ini dapat memberikan tampilan maksimal pada situasi yang tepat; hal tersebut dapat menghasilkan kecerahan lanskap kota tanpa masalah tetapi itu berfungsi jika sumber cahaya sangat terang pada bagian framenya, seperti pada tampilan lampu, mode ini berjuang untuk menyeimbangkan pada daerah gambar yang paling terang.

Dalam cahaya yang natural, hasil bidikan utama OnePlus 6T tidak diragukan lagi kemampuannya, dengan kontrol pencahayaan yang baik, rentang makro yang bagus, kedalaman bidang yang menyenangkan (meskipun tidak sempurna) , dan deteksi tepi yang baik ketika memotret pada mode portraits.

Untuk video, Anda dapat mengambil gambar hingga resolusi 4K pada 60fps (terbatas hingga lima menit saat menggunakan pengaturan ini) dan hasilnya tidak terlalu buruk.

Memang tidak bisa sebaik Iphone XS, sebagian karena audio yang nyaring tetapi sebagian karena stabilitas gambar juga dapat ditingkatkan.

Di luar itu, terdapat pula pilihan untuk merekam gerakan lambat hingga 480fps (pada 720p) yang merupakan fitur yang unik pada smartphone OnePlus.

Battery Life

Dengan kapasitas baterai OnePlus 6T sebesar 3700mAh memang terlihat lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada Huawei P20 Pro yang sebesar 4000mAh atau kapasitas 4200mAh yang jauh lebih luas yang digunakan oleh saudara kandungnya yang baru, Mate 20 Pro, tetapi itu tetap tidak menjadikan OnePlus 6T kalah dari meraka berdasarkan pengalaman saya.

Karena baterai smartphone ini mampu menangani satu setengah hari penggunaan yang terbilang intens.

Fast Charge (sebelumnya Dash Charge) adalah alasan besar untuk membeli OnePlus.

Ini adalah standar pengisian cepat terbaik di luar sana untuk sementara waktu (meskipun itu mulai berubah) dan perusahaan telah menyuling premis dengan keanggunan sederhana ke dalam tagline, “Pemakaian seharian dengan pengisian batrai setengah jam”.

Apa yang akan saya katakan adalah bahwa dengan kombinasi teknologi pengisian daya OnePlus 20W dan baterai yang disematkan pada Oneplus 6T – walaupun hasil yang didapat belum terlalu memuaskan.

Untuk selanjutnya, jika merek masih mengharapkan untuk menggunakan satu hari dari 30 menit waktu pengisian, pihak OnePlus harus menurunkan kapasitas baterai di smartphone keluaran berikutnya atau merilis versi Pengisian Cepat yang lebih cepat dan lebih cepat.

Kesimpulan

Meskipun Anda dapat mengatakan bahwa OnePlus telah membuat beberapa perubahan dalam mengembangkan OnePlus 6T, semua itu tampak agak subjektif.

Tentu itu adalah ponsel yang sedikit lebih besar, lebih tebal, lebih berat daripada OnePlus 6 tetapi jika itu berarti baterai yang lebih besar dengan umur panjang yang lebih baik, maka itu bisa menjadikan pertimbangan untuk membelinya.

Ketiadaan headphone jack memang menjengkelkan bagi beberapa orang tetapi smartphone ini dilengkapi dengan adaptor jack 3.5mm dan juga sensor sidik jari di-display mungkin ada beberapa konsuman yang kurang menyukainya karena dirasa kurang responsif.

Dengan Harga yang lebih tinggi dari OnePlus 6 tetapi kita hanya mendapatkan penyimpanan yang lebih kecil dari konfigurasi yang sama persis dengan smartphone OnePlus 6.

Dengan semua faktor ini, OnePlus 6T hanya berfokus pada peningkatan yang lebih terlihat modern. Jika Anda menggunakan OnePlus 5 atau bahkan 5T, OnePlus 6T layak dipertimbangkan.

Kamera masih membutuhkan sedikit peningkatan agar benar-benar kompetitif dan OnePlus menghadapi persaingan yang lebih ketat daripada sebelumnya, tetapi ini adalah faktor yang saya yakini sangat diketahui oleh pihak OnePlus untuk dapat diberbaiki pada peluncuran smartphone yang akan datang.

Harga OnePlus 6T

OnePlus 6T ditawarkan dengan harga Rp. 8.300.000,- untuk model RAM 6GB / 128GB, Rp. 8.800.000,- untuk versi 8GB RAM / 128GB dan Rp. 9.500.000,- untuk RAM 8GB dan 256GB.

Keunggulan

  • Peletakan Sensor Figer Print baru yang mutakhir
  • OS terbaru yang menarik
  • Fast Charging yang memuaskan
  • Desain premium dengan ketebalan yang tipis
  • Performa luar biasa
  • Daya tahan baterai yang hebat

Kekuarangan

  • Mode Nightscape Kamera kurang maksimal
  • Jack headphone yang ditiadakan
  • Sensor Figer Print perlu penyempurnaan
  • Hasil keluaran audio yang kurang maksimal
OnePlus 6T Spesifikasi
Ukuran Layar
  • 6.41 inci, 2340 x 1080 piksel (rasio 19.5:9), Optic AMOLED
Dimensi Fisik
  • 157.5 x 74.8 x 8.2 mm
Bobot
  • 185 gram
Chipset
  • Snapdragon 845, CPU Octa-core (4×2.8 GHz Kryo 385 Gold & 4×1.7 GHz Kryo 385 Silver), Adreno 630
RAM
  • 6 GB / 8 GB
Penyimpanan Internal
  • 128 GB / 256 GB
Slot Micro SD
  • Tidak Ada
Kamera Utama
  • 16 megapiksel, f/1.7, OIS, PDAF, LED Flash
  • 20 megapiksel dengan lensa f/1.7 PDAF
Kamera Depan
  • 16 megapiksel dengan lensa f/1.7 PDAF, Gyro-EIS, Auto-HDR
Baterai
  • 3.700 mAh
Jaringan Seluler
  • GSM/CDMA/3G HSPA/4G LTE, dual SIM (Nano-SIM)
Konektor USB
  • USB-C
Konektifitas
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Bluetooth 5.0, WI-Fi Direct, NFC, GPS dengan dukungan A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO
Sistem Operasi
  • Android 9.0 Pie dengan antar muka Oxygen OS
Warna
  • Mirror Black dan Midnight Black
Harga
  • Rp. 8,3 juta (6GB/128GB) / Rp. 8,8 juta (8GB/128GB) / Rp. 9,5 juta (8GB/256GB)
Best Seller Lazada
About Author: