Vivo Y500 5G: Revolusi Ponsel “Badak” dengan Baterai 8.200 mAh dan Ketangguhan IP69

Flash Sale Lazada hemat 99%

Tahun 2026 menjadi saksi perubahan paradigma besar dalam industri smartphone kelas menengah. Jika beberapa tahun lalu kita dipaksa memilih antara desain tipis atau baterai besar, kini batasan tersebut telah runtuh. Vivo, produsen yang selama ini dikenal dengan desain cantik dan kemampuan kamera portrait-nya, tiba-tiba menggebrak pasar dengan monster terbarunya: vivo Y500 5G. Ponsel ini hadir bukan hanya sebagai penerus seri Y biasa, melainkan sebagai manifestasi dari tuntutan konsumen modern yang semakin kritis. Mereka tidak lagi hanya butuh ponsel yang bagus difoto, tapi juga ponsel yang bisa bertahan hidup di kondisi ekstrem—baik itu dari sisi daya tahan baterai maupun ketahanan fisik. Dengan spesifikasi “dewa” seperti baterai 8.200 mAh dan sertifikasi IP69, vivo Y500 langsung menobatkan dirinya sebagai raja baru di segmen harga 3-4 jutaan, membuat kompetitornya terlihat tertinggal satu generasi.

vivo y500

Artikel ini akan mengupas secara mendalam setiap aspek dari vivo Y500, mulai dari teknologi baterai revolusioner yang dibawanya, ketangguhan bodinya yang sudah teruji militer, hingga performa gaming dan kameranya yang mengejutkan. Apakah ini ponsel impian yang selama ini kita cari? Mari kita bedah.

Desain dan Durabilitas: Standar Baru Ketangguhan

Kesan pertama saat memegang vivo Y500 adalah rasa solid yang meyakinkan. Vivo menyebut bahasa desain ini sebagai “Armored Aesthetics”. Ponsel ini dirancang untuk bertahan hidup dalam skenario terburuk sehari-hari. Fitur utamanya adalah sertifikasi IP69. Banyak orang mungkin sudah familiar dengan IP68 (tahan rendam air), namun IP69 adalah level yang berbeda. Angka ‘9’ di belakang menandakan ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi (high-pressure water jets) dan suhu tinggi (high-temperature steam). Artinya, ponsel ini tidak hanya aman jika tercebur ke kolam renang, tapi juga aman jika tidak sengaja tersiram air panas saat memasak atau dibersihkan dengan semprotan air kencang saat mencuci motor.

Secara fisik, vivo menggunakan struktur peredam kejut di setiap sudut bodi yang disebut “Diamond Structure”. Layar depannya dilindungi oleh kaca khusus yang diklaim 10 kali lebih kuat dari kaca biasa, mampu bertahan saat jatuh dari ketinggian 1,8 meter ke permukaan beton kasar. Namun, keajaiban sesungguhnya ada pada dimensinya. Dengan baterai sebesar 8.200 mAh, logika kita akan membayangkan ponsel setebal batu bata. Nyatanya, vivo Y500 hanya memiliki ketebalan sekitar 7.98 mm dengan berat yang masih sangat wajar di kisaran 199 gram. Hal ini dicapai berkat penggunaan material komposit ringan namun kuat pada rangka internalnya. Pilihan warna yang ditawarkan pun sangat menarik: Titan Black dengan tekstur matte yang tahan sidik jari, dan Glacier Blue yang memiliki efek visual seperti aliran es yang membeku, memberikan sentuhan kemewahan pada perangkat yang sejatinya adalah “tank” ini.

Layar AMOLED 120Hz yang Memanjakan Mata

Durabilitas tinggi tidak berarti mengorbankan kualitas visual. Vivo Y500 dibekali dengan panel layar AMOLED berukuran 6.78 inci dengan resolusi 1.5K (2800 x 1260 piksel). Resolusi ini memberikan ketajaman yang jauh lebih baik daripada layar FHD+ standar, membuat teks terlihat sangat crisp dan detail foto terlihat lebih nyata. Layar ini juga mendukung refresh rate 120Hz yang bersifat adaptif, mampu turun hingga 1Hz saat menampilkan gambar diam untuk menghemat daya.

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah tingkat kecerahannya. Dengan puncak kecerahan 5.000 nits, layar vivo Y500 tetap terlihat jelas dan terang benderang bahkan di bawah sinar matahari pantai yang paling terik sekalipun. Ini adalah fitur yang sangat krusial bagi target pasarnya, seperti pengemudi ojek online atau pekerja lapangan yang menghabiskan waktu seharian di luar ruangan. Tak lupa, vivo juga menyematkan teknologi perlindungan mata tercanggih dengan PWM Dimming 3840Hz. Fitur ini meminimalisir kedipan layar (flicker) pada tingkat kecerahan rendah, sehingga mata tidak cepat lelah saat Anda scrolling media sosial atau membaca e-book di kamar yang gelap sebelum tidur.

Dapur Pacu: Dimensity 7300 dan Performa Gaming

Untuk urusan otak pemrosesan, vivo Y500 mempercayakan kinerjanya pada chipset MediaTek Dimensity 7300. Prosesor ini dibangun dengan fabrikasi 4nm yang sangat efisien. Meskipun bukan chipset kelas flagship tertinggi, Dimensity 7300 menawarkan keseimbangan performa yang sangat manis. Ia memiliki arsitektur CPU octa-core dengan core performa Cortex-A78 yang kencang, sanggup melibas aplikasi berat tanpa hiccup.

Dalam pengujian gaming, vivo Y500 menunjukkan taringnya. Game populer seperti Mobile Legends dan Free Fire dapat dijalankan pada setingan grafis “Ultra” dengan frame rate stabil di 90-120 fps. Untuk game yang lebih berat seperti Genshin Impact, ponsel ini masih sanggup berjalan mulus di setingan “Medium-High” dengan rata-rata 55-60 fps, sebuah pencapaian impresif untuk kelas harganya. Hal ini juga didukung oleh sistem pendingin VC (Vapor Chamber) seluas 6000mm² yang efektif menyebarkan panas, menjaga suhu bodi tetap adem meski dipakai push rank berjam-jam.

Vivo Y500 juga tidak pelit soal memori. Varian tertingginya menawarkan RAM 12GB LPDDR5X yang bisa ditambah lagi dengan fitur Extended RAM hingga total 24GB. Kapasitas ini menjamin puluhan aplikasi bisa berjalan di latar belakang tanpa ter-reload. Penyimpanan internalnya menggunakan teknologi UFS 3.1 dengan kapasitas hingga 512GB, memberikan kecepatan baca-tulis data yang ngebut untuk membuka aplikasi dan mentransfer file besar.

Baterai 8.200 mAh: Selamat Tinggal Powerbank

Inilah fitur yang menjadi headline di mana-mana. Vivo Y500 membawa baterai berkapasitas 8.200 mAh. Bagaimana vivo bisa memuat kapasitas sebesar ini ke dalam bodi tipis? Jawabannya adalah teknologi BlueVolt generasi ketiga, yang menggunakan material anoda Silikon-Karbon. Material ini memiliki densitas energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan grafit yang digunakan pada baterai Lithium-Ion konvensional.

Dalam penggunaan dunia nyata, ketahanan baterainya benar-benar fenomenal. Untuk pengguna moderat (sosmed, chat, browsing, sesekali foto), vivo Y500 bisa bertahan hingga 3 hari penuh tanpa perlu di-cas. Bagi pengguna berat (heavy user) yang sering main game dan nonton streaming, ponsel ini masih sanggup bertahan lebih dari 24 jam layar menyala (Screen-on Time). Anda benar-benar bisa meninggalkan powerbank di rumah.

Ketika baterai akhirnya habis, teknologi pengisian cepat 90W FlashCharge siap beraksi. Pengisian dari 0% hingga 50% hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Untuk mengisi penuh baterai raksasa 8.200 mAh ini, dibutuhkan waktu total sekitar 55-60 menit. Vivo juga menjamin kesehatan baterai ini akan tetap prima (di atas 80%) hingga 4 tahun pemakaian atau 1600 siklus pengisian daya, berkat algoritma Smart Charging yang mempelajari kebiasaan pengguna.

Kamera 50MP Sony LYT-600: Lebih dari Sekadar Dokumentasi

Meski fokus utama ponsel ini adalah ketahanan, vivo tidak melupakan DNA fotografinya. Kamera utama vivo Y500 menggunakan sensor Sony LYT-600 beresolusi 50 MP. Sensor baru dari Sony ini dikenal memiliki kemampuan menangkap cahaya yang sangat baik. Ditambah dengan fitur OIS (Optical Image Stabilization), hasil foto malam hari menjadi sangat jernih, minim noise, dan tajam tanpa perlu tangan yang super stabil.

Fitur portrait tentu saja menjadi andalan. Vivo menyematkan algoritma Aura Light Portrait terbaru yang bisa menyesuaikan suhu warna flash LED belakang (dingin atau hangat) sesuai kondisi pencahayaan sekitar, membuat warna kulit subjek terlihat natural dan glowing di kondisi gelap sekalipun. Kamera ini juga mendukung 2x Lossless Zoom yang memanfaatkan pemotongan sensor bagian tengah (in-sensor zoom), sangat berguna untuk memotret objek potret tanpa distorsi wajah.

Untuk perekaman video, vivo Y500 sudah mendukung resolusi 4K pada 30fps. Fitur stabilisasi hibrida yang menggabungkan OIS fisik dan EIS (Electronic Image Stabilization) digital membuat hasil video vlog sambil berjalan terlihat sangat stabil layaknya menggunakan gimbal. Kamera depan 16MP juga sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan video call jernih dan selfie media sosial dengan fitur AI Beauty yang tidak berlebihan.

Software, Fitur Tambahan, dan Varian Lain

Vivo Y500 berjalan di atas sistem operasi Android 15 dengan antarmuka Funtouch OS 15 (untuk pasar global). Versi terbaru ini jauh lebih ringan dan bersih dari bloatware. Salah satu fitur menariknya adalah integrasi AI yang disebut “BlueLM”, yang bisa membantu membuat ringkasan artikel, menerjemahkan percakapan secara real-time, hingga mengedit foto (menghapus objek mengganggu) secara cerdas langsung di galeri.

Fitur-fitur kecil namun penting juga lengkap tersedia. Ada NFC 360 derajat yang memungkinkan Anda menempelkan kartu e-money di bagian mana saja (depan atau belakang atas ponsel) untuk cek saldo. Ada juga Dual Stereo Speaker dengan mode Audio Booster 300% yang suaranya sangat lantang, cocok untuk navigasi GPS di motor atau nonton film tanpa headset.

Perlu diketahui, seri Y500 ini memiliki beberapa saudara. Ada vivo Y500i, varian yang lebih terjangkau dengan layar LCD dan chipset Snapdragon 4 Gen 2, ditujukan untuk pengguna budget ketat yang hanya butuh baterai besar. Di sisi lain, ada rumor tentang vivo Y500 Pro yang akan membawa layar lengkung (curved) dan kamera utama 200MP, namun tentu dengan harga yang lebih premium.

Analisis Harga dan Kesimpulan

Berdasarkan harga peluncurannya di Tiongkok dan pola penetapan harga vivo di Indonesia sebelumnya, estimasi harga vivo Y500 5G di Indonesia pada awal 2026 adalah:

  • Varian 8GB/256GB: Sekitar Rp 3.299.000
  • Varian 12GB/512GB: Sekitar Rp 3.999.000

Apakah harga ini layak? Sangat layak. Di rentang harga 3 jutaan, Anda mendapatkan ponsel dengan baterai terbesar di pasar, layar AMOLED 1.5K terbaik di kelasnya, performa gaming stabil, dan bodi tahan banting IP69. Ponsel ini adalah jawaban mutlak bagi mereka yang lelah dengan ponsel ringkih yang harus di-cas dua kali sehari.

Vivo Y500 5G sangat direkomendasikan untuk pengemudi ojek online (karena layar terang, speaker kencang, baterai awet, tahan hujan), traveller (karena kamera bagus dan durabilitas tinggi), serta gamer kasual yang butuh sesi main panjang. Ini adalah definisi sesungguhnya dari ponsel “All-Rounder Badak” yang menetapkan standar baru di tahun 2026.